Minggu, 03 Februari 2013

generator sinkron bab 1



BAB I
PENDAHULUAN


I.1   TEORI UMUM GENERATOR SINKRON

Mesin sinkron adalah mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Mesin sinkron diagi atas  2 jenis yaitu :

1.      Generator sinkron
2.      Motor sinkron

Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar yang terdapat pada stator dan kumparan medan pada rotornya. Kumparan jangkarnya mempunyai kutub yang sama dengan mesin induksi. Sedangkan kumparan medannya dapat berbentuk sepatu ( kutub sepatu ) salient atau kutub celah udara sama rata ( rotor silindris).

Generator sinkron yaitu generator yang kecepatan rotornya sama ( serempak) dengan kecepatan medan statornya.

Stator merupakan elemen diam yang terdiri dari belitan- belitan jangkar,sedangkan rotor merupakan elemen yang berputar terdiri dari  belitan-belitan medan.

Generator sinkron yang banyak dijumpai ditengah- tengah masyarakat adalah generator tiga phasa. Dalam hal ini kumparan stator ada tiga kelompok ataupun tiga phasa. Adapun besar ggl induksi kumparan stator adalah:
Dimana :    Ea = gaya gerak listrik per phasa
                  f = frekwensi output
                  N = jumlah kumparan per phasa
                  f = fluksi magnit
                  Kd = factor distribusi

                
I.2   KONSTRUKSI GENERATOR

   Bagian utama generator sinkron adalah susunan elekromagnetic,bagian yang diam dasarnya adalah sebuah silindris kosong yang disebut stator yang mempunyai sifat yang memanjang didalamnya terdapat lilitan kumparan  stator  membawa arus yang diberikan pada suatu bahan listrik.

KONSTRUKSI STATOR
            Stator pada generator sinkron merupakan bagian yang diam sebagai rangka tetap dan tempat kumparan stator yang dipasang. Bagian dari stator yaitu :
*      Inti stator
*      Kumparan stator
*      Alur islot stator
*      Rangkaian / rangka stator
            Stator di lengkapi dengan dua kumparan, stator yang dipasang terpisah, yaitu kumparan belitan stator jenis single stator, layer widning dan belitan stator jenis doble layer winding. Rangka stator merupakan tempat melekatnya kumparan jangkar dan stator ini terdapat lubang pendingin dimana udara dan gas disirkulasikan.
            Slot alur stator merupakan tempat konduktor dan bagian dalam sepanjang keliling stator. Bentuk bentuk slot yaitu :




















 





  A. Slot terbuka      B. Slot setengah terbuka                    C. Slot tertutup


stator
 






Gambar 1.2 Stator

KONSTRUKSI ROTOR
            Rotor adalah bagian yang bergerak di generator yang dipasang pada poros dan berputar di dalam stator yang kosong.
            Rotor pada generator sinkron pada dasarnya adalah sebuah elektromagnetik yang besar, kutub medan rotor dapat berupa kutub dan rotor silindris.

1.3 PRINSIP KERJA GENERATOR SINKRON 3 PHASA

gb 1
Gambar 1.3 prinsip kerja generator 3 phasa

            Generator bekerja pada prinsip dasar yang sama dengan motor induksi elektromagnetik yang terdiri dari lilitan jangkar dan medan magnet, konstruksi stator yang terdiri dari lilitan jangkar dipasang pada elemen yang berputar.

            Pada rotor yang terdiri dari rangkaian besi tunggal yang mendukung inti jangkar yang mempunyai slot slot di dalamnya untuk mendapatkan/ menempatkan konduktor konduktor jangkar.

            Dalam hal ini yang penting arus exitasi dikenalkan dari arus DC yang kecil, misalnya dari generator shunt yang dipasang pada proses generator ini sendiri yang disebabkan medan magnet yang berputar, arus ini relatif kecil, sedangkan gigi berusu adalah konstruksinya ringan bila motor berputar konduktor konduktor stator yang dipotong oleh fluksimagnetik, sehingga menginduksikan EMF yang dihasilkan
                                  Eo = n.c.Ø

1.4. HUBUNGAN ANTARA FREKWENSI DENNGAN PUTARAN

            Pada generator 4 kutub terlihat bahwa setiap satu kali putaran mesin, tegangan induksi yang dihasilkan atau yang ditimbulkan itu sudah menyelesaikan siklus penuh atau dengan kata lain 360 putaran mekanik sama dengan 720 putaran listrik secara umum dapat dituliskan
Øc = P/2 . Ø m
              Dimana :
              P     = jalan kutub
             Øc   = sudut listrik
             Ø m = sudut mekanik

              Dari persamaan tersebut dapat diketahui, untuk setiap kali siklus tegangan yang dihasilkan generator telah menyelesaikan 2 kali putaran, karena itu frekwemsi gelombang tegangan adalah :




F = frekwensi (rpm), n = rotasi, kecepatan generator sinkron arus bolak balik dapat dinyatakan dengan
Ns = 120. F / P
Dimana :
Ns = Kecepatan sinkron
F = frekwensi (rpm)
P = kutub

            Apabila sumber supply beban seimbang, maka arus yang mebgalir pada masing masing penghantar akan memiliki besaran yang sama dengan nilai sudut pada phasa 120. satu sama lain arus ini dihubungkan dengan bintang mensuplay beban.

1.5 RANGKAIAN EQIVALEN GENERATOR
Gambar 1.4 Rangkaian Eqivalen
Dari rangkaian diatas, kita dapat menganalisa karakteristik rangkaian eqivalen generator sinkron. Persamaan  tegangan untuk generator sinkron diperoleh:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar