BAB II
PERCOBAAN GENERATOR SINKRON 3 PHASA BEBAN NOL
II.1TUJUAN PERCOBAAN
1.
Mengetahui
dan mempelajari cara-cara pembakitan tegangan pada generator sinkron 3 phasa
2.
Memepelajari
dan membuktikan hubungan tengangan jepit sebagai fungsi dari arus kemagnetan
pada beban nol dan antar arus phasa hubung singkat (Isc) sebagai fungsi arus
kemagnetan (Im) sebagai arus beban (I)
3.
Mempelajari
danmenentukan karakteristik bebean nol
dari generator sinkron 3 phasa
II.2TEORI SINGKAT GENERATOR SINKRON 3 PHASA
BEBAN NOL
Gambar 2.1 rangkaian
eqivalen
Bila generator dalam keadaan tanpa
beban, maka arus yang mengalir I0
= 0, sehingga E = V. Tegangan induksi untuk generator adalah:
E = 4,44.Kd.Kc.f.T.Ø.10-8
V
Dimana :
Kd
= Faktor distribusi
Kc
= factor jarak kumparan
T = jumlah lilitan per phasa
f
= frekwensi
Kd, Kc, dan T merupakan
konstan, tergantung pada If secara linier setelah mencari harga tertentu,
tetapi ada sifat kemajemukan besi. Maka kenaikan arus menambah beban dengan
cara linier setelah mencapai harga tertentu. Maka kurva tegangan akan
melengkung bila arus medium dinaikkan lagi. Maka
karakteristiknya dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.2 Rangkaian Karakteristik
Hubungan If dan E
II.3
RANGKAIAN
PERCOBAAN
Gambar.2.3 rangkaian
percobaan beban nol
II.4
PERALATAN PERCOBAAN DAN
FUNGSINYA
a. Generator sinkron 3ø, fungsinya untuk
mengkonversikan energi mekanik
menjadi energi listrik .
Data Type STC 5
Daya(P) : 5 KW
VL-L : 380 V
VL-N : 220 V
Fout :
50 Hz
Cos Ø :
9,8
Exicitation Voltage : 8,2 V
Exicitation current :
3,6 A
Rangkaian jangkar : hubung singkat
b. Motor induksi 3Ø sebagai penggerak mula.
Data motor induksi 3 Ø : 4 kutub
Daya : 5,5 KW
Frekuensi (f) :
50 Hz
c.
Alat- alat ukur.
-
Volt
meter DC 1 buah
untuk mengukur tegangan
keluaran penguatan.
-
Amper
meter DC 1 buah
untuk mengukur arus keluaran penguatan.
-
Volt
meter AC 1 buah
untuk mengukur tegangan
terminal dari generator sinkron VL – L dan VL-N
-
Tachometer
1 buah
untuk mengukur putaran dalam
satuan rpm
-
Kabel
/ jumper secukupnya
untuk penghubung dari
rangkaian kealat ukur.
-
Amperemeter
AC 1 buah
untuk mengukur arus keluaran
penguatan
-
Watt meter 3 Ø 1 buah
Untuk mengukur daya beban pada rangkaian
- Beban resitif lampu pijar
dan induktif trafo balance
II.5 PROSEDUR PERCOBAAN
1. Membuat rangkaian seperti gambar.
2. Menutup saklar S, dan menjalankan motor
penggerak dengan menekan tombol ON. Mengatur kecepatan generator sehingga
putaran sinkronnya dan mengatur penggerak mula.
3. Menutup saklar S2 dan arus
medan (Ifg) generator dinaikkan setingkat demi setingkat serta
mengamati tegangan terminal generator, mencatat hasil data percobaan ke tabel.
4. Menurunkan kembali arus medan (Ifg)
hingga mencapai nilai nol. percobaan selesai.
II.6
DATA
HASIL PERCOBAAN
n = 1500 rpm f = 50 Hz
|
No
|
percobaan naik
|
Percobaan turun
|
||||||
|
If
(A)
|
Vf
(Volt)
|
VL-N
(Volt)
|
VL-L
(Volt)
|
If
(A)
|
Vf
(Volt)
|
VL-N
(Volt)
|
VL-L
(Volt)
|
|
|
01
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1,0
|
19,1
|
137
|
240
|
|
02
|
0,2
|
4,2
|
29
|
50
|
0,8
|
15,8
|
110
|
195
|
|
03
|
0,4
|
8
|
58
|
90
|
0,6
|
12
|
85
|
155
|
|
04
|
0,6
|
11,9
|
82
|
140
|
0,4
|
8
|
61
|
105
|
|
05
|
0,8
|
15,9
|
115
|
180
|
0,2
|
4,2
|
31
|
50
|
|
06
|
1,0
|
19,1
|
137
|
240
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Tabel 2.1 data hasil
percobaan generator sinkron 3 phasa beban nol
II.7
ANALISA DATA PERCOBAAN
1. Menghitung frekwensi arus AC tiga phasa
yang dibangkitkan.
n = 1500 rpm
p = 4 kutub
2. Membuktikan dengan persamaan E = c.n.f, bahwa jika If naik maka Vt
juga akan naik.
Ea = Vt + Ia.Ra
Dimana ;
Ia = 0
Ea
= C.n. Ø
Ø = If
K =
C.n.I
Ea = Vt
K.If = Vt
Percobaan naik
If1 = 0 A Vf1
= 0
V VLN1 = 0 V VLL1
= 0 V
If2 = 0.2 A Vf2
= 4,2 V VLN2 = 29 V VLL2 = 50 V
If3 = 0,4 A Vf3
= 8 V VLN3
= 58 V VLL3
= 90 V
If4 = 0,6 A Vf4
= 11,9 V VLN4 =
82 V VLL4
= 140 V
If5 = 0,8 A Vf5
= 15,9 V VLN5 =
115 V VLL5 = 180 V
If6 = 1,0 A Vf6
= 19,1 V VLN6 = 137 V VLL6 = 240 V
Percobaan turun
If1 = 1,0 A Vf1
= 19,1 V VLN1 = 137 V VLL1 = 240 V
If2 = 0,8 A Vf2
=15,8 V VLN2
= 110 V VLL2 = 195
V
If3 = 0,6 A Vf3
= 11,9 V VLN3 =
85 V VLL3
= 155 V
If4 = 0,4 A Vf4
= 8
V VLN4 = 61 V VLL4
= 105 V
If5 = 0,2 A Vf5
= 4,2 V VLN5
= 31 V VLL5
= 50 V
If6 = 0 A Vf1
= 0
V VLN6 = 0 V VLL6 = 0 V
II.8
GRAFIK
II.9
ANALAISA TEORITIS
1)
Dari
data percobaan dapat dilihat bahwa jika If naik maka tegangan VLL
dan VLN akan naik, karena dari persamaan yang diperoleh K . If = Vt terlihat bahwa arus dan tegangan
adalah berbanding lurus.
2) Dari hasil percobaan dan grafik terlihat
bahwa karakteristik beban nol adalah non linier.
3) Dari grafik, karakteristik naik dan turun
memiliki perbedaan. Hal ini dikarenakan pada saat turun adanya magnet sisa
(remanansi).
4) Frekwensi yang dihasilkan pada jala- jala
adalah 50 Hz. Frekwensi yang dihasilkan dari analisa sama dengan jala- jala,
oleh sebab itu dikatakan sebagai generator sinkron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar